Analisis Jurnal “ Kepemimpinan dan Inovasi Lembaga Pendidikan (Pengalaman Pondok Gontor VII Putra Sulawesi Tenggara)”
Analisis Artikel : “ Kepemimpinan dan Inovasi Lembaga Pendidikan (Pengalaman Pondok Gontor VII Putra Sulawesi Tenggara)”
Artikel berjudul “ Kepemimpinan dan Inovasi Lembaga Pendidikan (Pengalaman Pondok Gontor VII Putra Sulawesi Tenggara)” ini menceritakan tentang kepemimpinan Kiayi di Pondok Modern Gontor VII Putra Sulawesi Tenggara dan inovasi yang dilakukan oleh lembaga tersebut. Pondok Gontor VII Kendari (yang merupakan cabang dari Pondok Modern Gontor Ponorogo, Jawa Timur) merupakan salah satu pondok Pesantren yang mampu melakukan akselerasi di tengah pesimisme atas lembaga pendidikan Islam, baik itu pesantren, madrasah maupun sekolah Islam. Pondok Gontor VII mampu menjadi magnet dalam pendidikan di Sulawesi Tenggara dan provinsi sekitarnya. Pada tahun ajaran 2013 santri yang aktif mencapai angka 1500 orang dan tahun 2014 telah siap menerima jumlah yang sama karena fasilitas penunjang telah tersedia.
Artikel ini menambah informasi dan pengetahuan bagi pembacanya, terutama pemimpin dalam suatu lembaga bagaimana menjadi pemimpin yang dapat membuat keunggulan lembaganya dibandingkan lembaga lainnya serta memperoleh inspirasi dari inovasi-inovasi yang dipaparkan dalam artikel tersebut. Dan juga penulisan artikel ini jelas dan akurat jadi mudah dipahami pembaca.
Prestasi yang ditunjukkan oleh pontok Gontor VII selama 13 tahun berdirinya tidak dapat dilepaskan dari figur Kiay yang menjalankan kepemimpinan berdasarkan nilai-nilai luhur yang diyakini pondok Gontor VII. Kepemimpinan Kiay memancarkan keberhasilan dalam terciptanya keunggulan-keunggulan pada pondok modern Gontor VII.
Kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan keorganisasian, melakukan respons terhadap krisis18, dan menggunakan semua pontensi organisasi dalam rangka pertumbuhan (growth) dan tercapainya tujuan organisasi. Kepemimpinan dalam tradisi pesantren berpusat pada Kiay, demikian juga dengan kepemimpinan pada Pondok Gontor VII Putra Kendari. Walau demikian, figur Kiay tidak kemudian menjadi seorang yang diktator ataupun otoriter. Hal ini disebabkan praktek kepemimpinannya berada didalam kerangka nilai-nilai dasar dan luhur, yang menjadi pedoman dalam pengelolaan pondok.
Dalam konteks ini, penghargaan terhadap eksistensi komponen-komponen di internal pondok mendapat posisi penting dalam praktek kepemimpinan Pondok Gontor VII Kendari. Karena kepemimpinan Pondok Modern Gontor itu harus memenuhi 14 (empat belas) kualifikasi:
1. Ikhlas.
2. Selalu mengambil inisiatif
3.Mampu membuat jaringan kerja dan memanfaatkannya
4. Dapat dipercaya
5. Bekerja keras dan bersungguh-sungguh
6. Menguasai masalah dan dapat menyelesaikannya
7. Memiliki integritas tinggi
8. Memiliki nyali tinggi dan tidak takut resiko
9. Jujur dan terbuka
10. Siap berkorban
11. Tegas
12. Cerdas dalam melihat, mendengar, mengevaluasi, menilai,memutuskan dan menyelesaikan
13. Mampu berkomunikasi
14. Baik dalam bermu’amalah Ma’a Allah dan Mu’amalah Ma’a An Nas
Empat belas poin kepemimpinan Pondok Gontor inilah yang menjadi kerangka acuan bagi setiap pemimpin dalam mengembangkan maupun melakukan inovasi-inovasi kelembagaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa prestasi atau capaian positif yang diraih oleh sebuah lembaga dipengaruhi oleh peran pimpinan di dalamnya. Untuk dapat melakukan inovasi-inovasi, pimpinan Pondok tentu harus memberdayakan kekuasaan (power) maupun pengaruh (influence) yang dimilikinya.
Dalam konteks keorganisasian, perlombaan meraih keunggulan menjadi perhatian penting dan mendesak. Hal ini berlaku juga pada lembaga pendidikan Islam, dimana persaingan bukan pada dengan sekolah-sekolah umum, tetapi juga dengan sesama lembaga pendidikan Islam. Sehingga masing-masing lembaga pendidikan dituntut untuk melakukan terobosan terobosan baru dalam rangka memuaskan pelanggan mereka, atau bahkan melampaui harapan mereka. Dalam konteks inilah inovasi dilakukan oleh sebuah lembaga pendidikan.
Inovasi (innovation) merupakan suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invention maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu1. Dalam dunia pendidikan, inovasi selalu berupa penemuan yang dimanfaatkan dalam pendidikan untuk memecahkan atau membuat sesuatu lebih efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan pendidikan2. Jika demikian, maka inovasi merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh orang-orang di dalam organisasi, baik itu pemimpin maupun bawahan dalam rangka memecahkan masalah-masalah
Inovasi-inovasi yang dilakukan Pondok Modern Gontor VII Putra Kendari adalah sebagai berikut:
1. Kemampuan bahasa yang fokus pada penguasaan dua bahasa atau bilingual (Arab-Inggris) dan dapat digunakan secara aktif.
2. kewirausahaan (entrepreneurship), dimana para santri dilatih untuk terampil dalam bidang kewirausahaan seperti: peternakan,pertukangan, koperasi, pertanian, menjahit.
3. keuangan (Chizanah), yakni penyelenggaraan pondok yang tidak bergantung pada bantuan dari luar maupun kucuran dana dari pimpinan pusat.
4. Jaringan antar lembaga (networking), dimana pondok Gontor VI memiliki jaringan aktar lembaga pendidikan, maupun instansi pemerintah, di dalam maupun luar negeri.
Solusi yang diberikan pada artikel tersebut adalah bagaimana praktek kepemimpinan Kiay dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh pemimpin pada Pondok Modern Gontor VII Putra Sulawesi Tenggara serta menjelaskan nilai-nilai apa sajakah yang mendukung praktek kepemimpinan dan manajemen Pondok Modern Gontor VII Putra Sulawesi Tenggara dan inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh Pondok Modern Gontor VII Putra ulawesi Tenggara ra sudah cukup jelas.